Ilmuwan Muslim Paling Berpengaruh di Dunia dari kedokteran hingga Filsafat
Ilmuwan Muslim Paling Berpengaruh di Dunia
Ibnu Sina (980 - 1037)
Dikutip dari buku 50 Ilmuwan Muslim Populer karya Muhammad Razi, Ibnu Sina adalah ilmuwan muslim yang dijuluki sebagai pangeran dan sheikh dari orang-orang yang terpelajar. Ibnu Sina merupakan ilmuwan muslim yang memiliki kemampuan yang setara atau sama baiknya dalam berbagai bidang ilmu, khususnya filsafat dan kedokteran.
Di Barat, Ibnu Sina dikenal dengan sebutan Avicenna. Ia juga mendapat julukan 'Bapak Kedokteran Modern' dan memiliki karya fenomenal berjudul Qanun fi Thib dan Asy Syifa. Baca selengkapnya Ibnu Sina dan Hasil karyanya >>
Al Ghazali (1058 - 1111)
Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali atau yang lebih dikenal Al Ghazali adalah ilmuwan muslim yang terkenal dengan pemikiran dan karya tulisannya. Cendekiawan muslim yang bernama lengkap Muhammad bin Muhammad bin Ahmad, Imam Besar Abu Hamid Al-Ghazali Hujjatul-Islam ini dilahirkan di Thusia, sebuah kota di Khurasan pada tahun 450 H/ 1058 M. Secara singkat dipanggil al-Ghazali atau Abu Hamid al-Ghazali dan mendapat gelar imam besar Abu Hamid al-Ghazali Hujatul Islam.
Beliau lahir di Thus, Khurasan, Iran,[4]dekat Masyhad sekarang, pada tahun 450 H/1058 M. Beliau dan saudaranya, Ahmad, ditinggal yatim pada usia dini. Pendidikannya dimulai di Thus. Lalu, al-Ghazali pergi ke Jurjan.
Sesudah satu periode lebih lanjut di Thus, beliau ke Naisabur, tempat beliau menjadi murid al-Juwaini Imam al-Haramain hingga meninggalnya yang terakhir pada tahun 478 H/1085 M. Beberapa guru lain juga disebutkan yang terkenal adalah Abu Ali al-Farmadhi.
Al Ghazali mempelajari beragam ajaran filsafat yang membuatnya semakin yakin untuk membuat suatu karyanya yang terkenal yaitu Tahafut al Falasifah atau Kebingungan Para Filsuf. Isi buku tersebut adalah kritikan tajam atas pemikiran dan ide-ide para filsuf.
Pemikiran-pemikiran dari Al Ghazali tersebut telah mendapatkan pengakuan yang luas, baik dari sarjana Muslim maupun Barat. Al Ghazali merupakan teolog Islam dan pemikir Islam yang paling orisinal yang memiliki sebutan "pembela Islam".
Ibnu Rusyd (1126 - 1198)
Ibnu Rusyd atau Abu Al Wahd Muhammad bin Ahmad Ibnu Rusyd adalah pengeritik yang memberikan pandangan-pandangan filsafat yang diakui kehebatannya oleh banyak orang, baik kalangan muslim, Yahudi, maupun Kristiani. Beliau merupakan ilmuwan muslim di bidang hukum. Selain itu, beliau juga terkenal sebagai seorang dokter atau penyembuh.
Ibnu Rusyd juga terkenal dengan pemikirannya di bidang filsafat dan terkenal sebagai komentator pemikiran Aristoteles. Beliau memiliki karya buku yang sangat terkenal, yaitu Tahafut at Tahafur (Kekacauan dari Kekacauan), adalah jawabannya terhadap buku Tahafut al Falasifah (Kekacauan dari Para Filsuf) karya Al Ghazali.
Al Khawarizmi (780 - 850)
Al Khawarizmi atau Muhammad bin Musa adalah ilmuwan muslim yang mengembangkan fondasi dari pelajaran berhitung, yaitu dalam bidang matematika dan astronomi. Selain dua bidang tersebut, Al Khawarizmi juga merupakan ilmuwan dalam bidang geografi.
Beliau terkenal dengan bukunya Hisab Al Jabar wa al Muqabalah (Perhitungan Penggabungan dan Persamaan), memperkenalkan angka Arab (1, 2, 3, dst) yang menggantikan angka Romawi, tabel astronomi, serta berhasil menentukan ukuran garis tengah bumi. Jasa-jasa tersebut telah membuktikan cermelangnya pemikiran Al Khawarizmi.
Ar Razi (865 - 925)
Ar Razi adalah ilmuwan muslim yang terkenal sebagai penulis, dokter, serta ahli di bidang obat-obatan dan kimia. Buku karya Ar Razi yang terkenal yaitu Kitab Al Asrar yang mengandung informasi di bidang farmakologi, al Hawi (Buku Komprehensif), serta al Judari wa al Hasbah (Risalah tentang Cacar dan Campak).
Dalam bidang kedokteran, beliau berhasil membedakan antara cacar dan campak, kerikil dalam ginjal dan dalam kantung kemih, serta gejala-gejala pengobatannya. Sedangkan dalam bidang kimia, beliau memiliki peralatan dan perlengkapan yang lengkap untuk mempersiapkan obat-obatan.
Jabir bin Hayyan (720 - 813)
Jabir bin Hayyan adalah pakar kimia yang mendapatkan gelar "Bapak Kimia Islam". Beliau telah merintis empirisme sebagai metodologi ilmiah dengan melakukan berbagai eksperimen di laboratoriumnya. Beliau juga merupakan ilmuwan yang terkenal dengan pemikirannya dalam bidang kimia.
Asy Syafi'i (767 - 820)
Asy Syafi'i atau Abu Abdullah Muhammad bin Idris Asy Syafi'i merupakan salah satu pendiri mazhab dalam Islam yakni Mahzab Syafi'i. Jika berdasarkan jumlah penganutnya, mazhab ini merupakan mazhab terbesar nomor dua setelah mazhab Hanafi. Karya dari Imam Syafi'i adalah Ar-Risalah dan Kitab Al Umm.
Al Idrisi (1100 - 1166)
Al Idrisi merupakan ilmuwan muslim yang terkenal sebagai penulis geografi dan kartografer (pembuat peta) yang paling brilian di abad pertengahan. Beliau seringkali mengkaji berbagai pendapat geografis dari para ahli geografi Arab masa lalu. Al Idrisi telah membuat sebuah peta dunia berbentuk bundar yang berwarna keperakan.
Sayyid Quthb (1906 - 1966)
Sayyid Quthb adalah ilmuwan muslim di bidang teori ilmu politik Islam modern. Pandangan beliau dalam ilmu keagamaan dan ilmu politik menimbulkan pengaruh yang kuat, baik di kalangan yang tidak setuju, yang paham, dan yang salam menginterpretasikannya.


Comments